Dalam blog ini kamu bisa baca kumpulan cerpen-cerpen orisinal karya ku. Daripada cerpen-cerpenku nganggur ngak ke baca, mendingan aku upload aja ke bloger.(he,,he,,). Cerpenku ini kebanyakan mengambil tokoh pelajar SMA cz menurutku ini yang paling menarik. Kayah lagunya krisye itu tuch ,,,”tiada masa yang paling indah,,, masa-masa disekolah,,, tiada kisah yang paling indah,,, kisah kasih di sekolah ,,,,,”.
Eh tapi maaf ea jika ada kesalahan dalm penulisan. Namanya juga manusia,, tidak lepas dari kesalahan dan dosa…..
Ikuti terus ya perkembangan bloger ku ini ,,,,
Selamat membaca,,,,,
ichi
Langkah kakiku terus berjalan dengan mantap saat menuju sekolah baruku. Hari ini adalah hari pertama ku masuk sekolah SMA faforit di surabaya. Aku jauh-jauh dari malang pindah ke surabaya hanya untuk sekolah di sini, tapi aku tak menyesal karena sekolah ini memang benar-benar bagus.
Akhirnya aku sampai di kelas ku yaitu xb, ku mulai memilih bangku. Kemudian aku memilih bangku yang berada di tengah kelas. Aku tak tau siapa yang akan duduk di sampingku karena penghuni bangku di sampingku itu hanya meninggalkan tasnya di atas bangku. Bel pun berbunyi, seluruh siswa kelas ku mulai memasuki ruangan,a khirnya aku tau siapa yang akan duduk sebang ku dengan ku, ternyata anak perempuan.
“ hai “ sapanya duluan
“hai” jawabku ramah
“nama ku nadia. Kmu?”
“nama ku ichi panggil aku cici aja” jawabku apa adanya
Cukup menyenangkan. Ternyata nadia ini anak yang baik. Masa-masa MOS Pun kami lalui berdua. aku pun mulai banyak mengenal teman-teman yang ada di kelas. Tapi menurutku yang paling menarik adalah argan. Cowok itu tinggi jakung, kulit seputih salju dan mata setajam elang. Dia juga anggota klup basket di sekolah ku selain itu, ternyata dia banyak fans dan penggemarnya lho. Karena yang ku tau setiap kali argan main basket, kaum hawa di sekolah ku langsung menyorakinya kadang kala sampai teriak histeris. Sebegitunya. Tapi suatu ketika saat nonton klub basket sekolahku sedang bertanding, nadia membisikkan sesuatu pada ku.
“ ci, ada yang ngelihatin kamu lho dari tadi,,”katanya dengan nada melambung-lambung.
“hah?! siapa?” tanyaku sedikit penasaran.
“itu..” sambil menunjuk seorang pemain basket yang sedang beristirahat di pinggir lapangan.
“argan?!” kata ku tak percaya. “ah gak mungkin” kata ku sambil menoleh ke arah argan yang sedang asyik ngobrol dengan temannya.
“bener aku gak bohong,, dari tadi dia ngelihatin kamu terus. Mungkin sekarang nggak soalnya kamu keburu noleh ke dia” bisik nadia di dekat ku.
Tentu saja aku tak terpangaruh oleh perkataannya karena mungkin saja dia bukannya mellihatku tapi melihat cewek-cewek lain, Karera di lapangan ada banyak cewek yang ngerundel jadi aku tak perlu ge-er dengan pernyataan nadia.
“oh”jawab ku santai
“ci ,,” panggil seseorang di belakang ku saat jam pelajaran pertama berlangsung. Aku pun menoleh.
“iya”jawabku
Seseoang itu pun mengulurkan tangannya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah argan. cici tersentak. Sejak kapan argan duduk di belakangnya, seingatnya kemarin yang duduk di belakangnya adalah zulfan dan dhika.
“aku boleh pinjam buku catatan mu ngak?” katanya lembut.
“oh ,,iya boleh” kata ku setelah terbangun dari lamunan ku tadi dan cepat-cepat menyerahkan buku catatan biologi ku dan kembali menghadap ke arah papan tulis.
“terimakasih” kata argan berbisik.
“ gak tau , aku juga bingung “ jawab ku singkat.
“ atau jangan-jangan dia pindah bangku karena pengen deket ma kamu kali ya...” goda nadia sambil mengungkit-ngungkit kejadian di lapangan basket kemarin.
“ ya gak mungkin lah, mungkin dia pindah bangku karena bosan duduk di depan guru” jawabku asal.
“ ya bisa juga sih...”
Tiba-tiba..
“ CICI..!” teriak seseorang yang lari dan kemudian menghapiri cici .
Langkah nadia dan cici pun terhenti. Kemudian menoleh ke asal suara.
“tuh kan, orang yang diomongin dateng “ bisik nadia ketika melihat orang yang berlari itu menghampiri cici. Orang itu pun berhenti.
“ada apa ar?”tanya cici heran
“makasih ya bukunya,,”
“oh iya gak apa kok” jawab ku ramah
“ohya aku boleh ngak minta bantuan kamu?”
“ap?!” tanya ku heran. Bantuan apa?
“ akhir-akhir ini aku bakalan sering absen pelajaran soalnya aku musti rajin-rajin latihan basket buat pertandingan tingkat nasional. Aku boleh ngak pinjam buku catatan mu tiap kali aku absen, supaya aku ngak ketinggalan pelajaran?” pinta argan.
Siapa sih yang nolak permohonan dari wajah sepolos argan?. Tanpa sadar cici mengangguk setuju.
“makasih ya ci...aku pergi dulu ya, dah,,” kata argan ambil pergi meninggalkan cici dan nadia.
“tuhkan apa ku bilang, dia pasti ada maksut tersendiri pindah bangku di belakang mu” kata nadia memecah keheningan setelah argan pergi.
“ya ngak mesti juga. Lagian apa salahnya sih bantu orang. yaudahlah , makan yuks..laper ne” kata ku sambil menarik nadia menuju kantin.
Besoknya saat pulang sekolah, setelah latihan basket , argan menghampiri ku di tengah lapangan.
“ci..”panggi argan dari kejauhan dan menghampiri ku
“ ya ,,ar “ tentusaja aku sudah mengerti maksud dan tujuan argan memanggilku. Segera aku mengambil buku catatan di tas dan memberikannya pada argan.
“makasih ya ci. . kamu baik banget”kata argan sambil menerima buku dari tangan ku.
“oh, iya biasa aja” jawab ku jaim.
“kamu pulang naik apa ci?” tanya argan.
“naik bus”kata ku sedikit heran ketika argan bertanya tentang itu.
“oh gitu, aku anterin pulang ya” ka argan. Mendengar itu aku jadi tersentak, hah?! Dianterin? Aku ngak salah denger kan?.
“kok diem ci”tanya argan yang kemudian membuyarkan lamunan ku.
“ng..ngak usah,,, aku bisa pulang sendiri kok “ kata ku sambil melanjutkan langkah.
“ ayolah ci,,, kali ini aja, aku merasa berhutang budi sama kamu,,”pintanya.
Sekali lagi , cici tak sampai hati menolak permintaan argan. Akhirnya cici diantar pulang oleh argan dengan menaiki sepeda motor. Melihat argan dan cici yang berboncengan itu menyiratkan tanda tanya bagi teman-teman mereka yang melihatnya.
Esoknya argan masih tetap rajin meminjam buku catatan cici . Di suatu hari, cici membuka buku catatannya yang sudah di kembalikan oleh argan. cici membacanya dan menemukan tulisan yang dia yakinbetul bukan tulisannya. Seperti pesan singkat bertuliskan “makasih cici...”. membacanay cici sudah tau bahwa yang menulis adalah argan. Seketika dia menuliskan kata-kata dibawah pesan singkat itu. “ya sama-sama =D”
Dan seterusnya, argan juga membalas pesannya di buku cici saat akan menyalin buku yang di pinjamnya itu. Sampai pada suatu hari argan membalas pesan dari cici, tapi kali ini bukan dengan kata-kata.
“hah?!” jerit ku pelan saat mendapati ada sebatang coklat yang terselip di buku catatan ku setelah aliet mengembalikan bukunya di atas meja dan lari ke tengah lapangan untuk latihan basket.
“stttttttt,,,jangan keras-keras” kata ku seketika pada nadia.
“iya ..iya..kamu kok bisa di kasih coklat sih ci,,,?!”
“mungkin ucapan terimakasih?”kata ku asal.
“eh ada kartu ucapannya lho ci” kata nadia sambil mengambil secarik kertas yang juga terselip di buku catatan ku.
Mereka berdua pun membaca pesan itu
“maksih ci,, ne ada coklat buat kamu “
“hahahahha” nadia tertawa “cie cici,,,” goda nadia lagi. Aku hanya bisa tersipu malu, muka ku memerah mungkin lebih merah dari kepiting rebus. Tapi senang juga ada yang memberikan coklat, padahal inibukan hari valentine.
Sejak kejadian itu cici dan aliet makin dekat, tak jarang aliet menawarkan diri untuk mengantarkan uci pulang, tadinya cici menolak tapi akhirnya dia mau juga. Cici juga semakin rajin untuk menulis catatan di bukunya. Di suatu siang saat uci hendak memberikan buku catatannya.
“ci..”panggil aliet
“hm,,” jawab ku ngak jelas sambil menjelajahi tasku untuk mengambil buku catatan.
“nanti kamu liat sekolah kita tanding basketkan?” tanya aliet sambil menerima tumpukan buku catatan dari ku.
“oh iya, aku sama nadia selalu liat kok emangnya kenapa?” tanya ku heran.
“oh ngak apa-apa yaudah aku latihan dulu. Sory ngak bisa anterin kamu pulang”
“iya, ngak apa –apa “kataku rada gugup.
Aliet pun berlari dan pergi.
Sorenya, aku dan nadia tiba di dedung stadiun. Gedung itu terdengar meriah dengan kedatangan seporter-sporter dari 2 sekolah.
“rame banget”kataku heboh
“ya namaya juga pertandinagn gradfinal ci, ya pasti rame dunk,eh, itu ada tempat duduk kosong tuh” nadia cepat-cepat menarik tangan ku dan menuju tempat duduk yang ia tuju.
setelah kami duduk manis di tempat duduk penonton, pertandinagn pun di mulai, nampak para cherlyders mulai membuka acara dengan tarian yang keren. Tak lama kemudian, para peserta dari ke dua sekolah mulai memasuki lapangan dan di ikuti oleh sorakan dari suporter. Stadion pun ramai dengan teriakan para suporter yang mendukung jagoannya masing-masing. Pertandingan pun dimulai.
“keren” batinku saat melihat aliet mulai menggiring bola , aku hanya bisa diam sambil berdoa dalam hati semoga tim basket sekolah ku yang menang. Di tengah-tengah pertandingan para suporter mulai meneriaki para jagoan mereka, tentusaja yang paling keras sorakannya yaitu dari pendukung aliet. Kebanyakan dari mereka cewek.
“ci...” panggil nadia
“hah?!” kataku. Kata –kata nadia membuyarkan lamunanku.
“kok diem aja?” tanyanya heran
“oh ngak...ngak apa-apa” jawabku cepat. Aku kepergok melamun di dekat nadia.
Akhirnya sma ku menang, walaupun Cuma beda tipis tapi aku bersyukur degan kemenangan sekolah ku apalagi aku lebih bangga ketika aliet lah yang memasukkan bola ke gawang lawan di detik-detik terakhir. Tak lama kemudian gedung mulai sepi penonton yang sudah pada mau pulang.
“ ci......” kata nadia dengan nada aneh
“apa?”tanya ku heran
“aku ke kamar kecil dulu ya,,,” kata nadia segera berdiri dan melangkah ke kamar kecil .”kamu di sini dulu jangan kemana-mana” kata nadia.
Huft , nadia,,,nadia,,,,,tak berapa kemudian seseorang mengagetkan aku dari belakang.
“dor !!!!“ kata seseorang itu dari belakang
aku pun menoleh kaget dan berteriak kecil “aliet,,,!!” seketika aku cemberut.
“hahaha jangan marah gitu dunk aku kan Cuma bercanda, kamu sih ngelamun dari tadi” kata alit sambil minta maaf.
“emangnya kenapa. Ngak ada yang ngelarang aku mau ngelamun” kata ku masih dengan nada agak marah.
“iya..iya aku minta maaf.” Katanya dengan ekspresi memelas. Seketika marah ku hilang.
“selamat ya,,”kata ku sambil mengulurkan tangan padanya.
“iya, maksih ya,,” jawab aliet sambil membalas uluran tangan ku.
“ohya, aku punya sesuatu buat kamu”kata aliet sambil mengambil sesuatu di sakunya. Ternyata itu adalah setangkai mawar putih,,,
aku hanya bisa terdiam membeku di tempat. Apa maksud aliet memberikan setangkai mawar putih itu pada ku.
“aku ingin hubungan kita lebih dari teman ci” bisik aliet sambil menyerahkan setangkai mawar putih pada ku.
Kalimat itu seakan mengguncang batin ku. Apa yang harus aku lakukan?. Apa aliet Cuma bercanda?. Tapi setelah melihat ekspresi aliet tentusaja itu bukan candaan. Ini serius.
“ci ..gmana kamu mau kan?”tanyanya lembut.
Tapi, apakah ini ngak terlalu cepat?. Maksut ku, kita hanya dekat Cuma karena aliet yang meminta bantuan ku untuk meminjamkan buku catatan ku. Cuma itu. Aku semakin bingung, sedetik kemudian ketika aku mulai akan angkat bicara tapi nadia memanggil nama ku.
“cici!!” teriaknya galau
Apa yang terjadi?, batinku. Kemudian nadia berlari ke arah ku.
“ci,,ayo kita pulang ” katanya sambil menarik tangan ku dengan tergesa-gesa.
“tapi”pekikku agak kaget. Aku tak mengerti apa yang terjadi dengan nadia. Tapi tanpa ba bi bu lagi aku kemudian mengikuti saja langkah nadia. Aliet kaget dengan kehadiran nadia yang datang begitu saja dan membawa pergi cici. Kemudian aliet berteriak ke arah cici.
“aku tunggu jawaban mu besok!!”teriaknya
Aku semakin takmengerti dengan apa yang terjadi. pertama aliet tiba-tiba menembak ku tanpa basa basi dan sekarang tiba-tiba nadia datang dengan perasaan galau dan langsung mengajak ku pulang. Runyam. Batinku. setelah sampai di rumah, aku pun mulai bertanya pada nadia tentang apa yag terjadi tadi.
“nadia kamu kenapa?” tanyaku khawatir
“ci, kalau aku ceritain, kamu baklan percaya ngak?”tanyanya denagn nada yang resah .
“hah?!maksud kamu apa? Kalau mau cerita , cerita aja, aku pasti dengerin kok”
Detik kemudian nadia menceritakan ap yang terjadi. Cici tersentak kaget. Mendengar perkataan sahabatnya itu. Ternyata,,,,
Esoknya hari yang di tunggu, setelah memantapkan diri dengan keputusannya cici pun melangkah ke arah aliet yang sedang menunggunya di tengah lapangan, seperti biasa.
“ci,, apa jawaban kamu?”tanya aliet ramah.
PLAK!! satu tamparan yang keras melayang ke wajah aliet.
“ liet!!!. kamu Cuma jadiin aku bahan taruhan kamu kan sama temen-temen kamu itu !!?” kata ku dengan penuh amarah.
“maksut kamu apa?” tanyanya sambil merintih kesakitan karena tamparanku tadi
“kemarin nadia liat dhika dan zulfan waktu di stadiun dan mereka lagi membicarakan tentang taruhan antara kamu dan mereka dan ternyata, aku yang jadi bahan taruhan kalian. ternyata ini tujuan kamu baik sama aku selama ini?!!”bentak cici. Tak pernah aku semarah ini apalagi sampai menampar cowok di tengah lapangan.
“ci ,gue emang jadiin loe sebagai bahan taruhan,”katanya dengan gugub.
“loe emang nyebelin!!!!!” bentak ku kemudian aku melangkah hendak meninggalkan aliet. Tapi aliet mencegahnya.
“ci!!!” teriaknya sambil menarik lengan ku. Tapi aku buru-buru menebasnya.
Hati ku kacau balau. Tak karuan. Ternyata ini yang dinamakan sakit hati, aku baru menyadarinya...
“ci dengerin aku dulu”kata aliet masih berusaha memegang tangan ku.
“apalagi!!!”aku seperti meledak-ledak tak karuan.
“ci, aku minta maaf tentang taruhan itu, aku emang salah , aku emang pantas dapat tamparan ini. tapi tentang hal yang kemarin itu aku serius, aku gak bermaksut mainin kamu”katanya dengan nada yang mulai rendah
“terus apa mau kamu?!!” tanyaku dengan nada agak tinggi.aku mulai muak.
“aku pengen kamu percaya lagi sama aku?”
Hah?!percaya? setelah semua nya terjadi kamu suruh aku percaya sama kamu lagi?!Pekik ku tak percaya.
“plis”katanya memohon
Aku menggeleng. Walau berat hati.
“udah deh liet, aku udah capek,,,”kataku lemah. “maafin aku , aku ngak bisa percaya lagi sama kamu” kata-kata itu seakan mengalir sendiri di mulutku. Kemudian aku melepaskan genggaman tangan aliet dan pergi. Kini aliet tak lagi mencegah ku, mungkin dia sudah sadar, karena sejak awal dialah yang salah sudah menjadikan ku sebagai bahan taruhanya. Setelah kejadian itu, aliet tak lagi meminjam buku catatan ku bahkan dia sudah pindah ke bangkunya yang semula. Walau sering kudapati aliet sedang meliat ku dengan tatapan kosong. Apa mungkin dia masih mengharapkan ku?aku memang tak bisa membohongi diri sendiri. Dan ku akui aku juga mengharapkannya. Tapi rasa itu seakan hilang ketika aku teringat tentang kejadian itu.
THE_END
By: yaerland
“DIA,,,”
Aku hanya bisa termenung, duduk di bangku kelas, entah kenapa rasanya mata ku hanya bisa memandang kearahnya, aku perhatikan tiap gerak-geriknya. Sekecil apapun. Semua terasa menarik. bagiku tak ada kata-kata yang bisa ku ungkapkan saat ini. Mataku seolah tak ingin berkedip. Seakan tak mau melewatinya sedetikpun. Sungguh sosok manusia yang nyaris sempurna. Di hadapanku dia seperti malaikat. Dimataku, sungguh tak ada cela. Semuanya nyaris sempurna. Rambutnya yang hitam, matanya yang indah dan setajam elang , hm,, rasanya aku kuat jika melewatkan waktu berjam-jam hanya untuk melihat matanya, senyumnya membuat aku seperti dalam kedamaian, suaranya seperti nyanyian simfoni yang takhenti dimainkan hanya untuk ku, wajahnya yang terukir sempurna, seakan-akan tuhan tak ingin menciptakan wajah itu cacat sedikit pun.
Tak terasa bel pergantian jam pun berbunyi . saatnya pelajaran komputer, pelajaran yang paling ia sukai, terlihat saat setiap pelajaran sejarah berlangsung, dia terlihat begitu sangat antusias, tanpa sadar aku pun mulai mengamati gerak-geriknya lagi . Cara dia melihat, menulis, membaca. Sungguh aku tak ingin melewatkan waktu-waktu ini. Aku hanya ingin melihat dia, mencari tau apa yang sedang dia lakukan, mengamatinya dan melihat responnya. Entah sejak kapan aku memandanginya.
Aku memang hanya bisa melihatnya dari belakang. Tapi aku masih bisa mengetahui dengan jelas apa yang sedang dia lakukan. Penjelasan dari guruku yang sedang mengajar seakan angin yang hanya lalu-lalang di sekitarku. Di dalam fikiranku hanya ada dia. Hanya ada dia seorang. Mungkin aku sudah terbius oleh pesonanya. Atau mungkin aku sudah menaruh hati padanya? Aku tidak tau yang jelas aku menikmati semua ini, memandangnya saja seakan di ruangan ini hanya ada aku dan dia seorang . aku hanya bisa tertawa kecil mengingat mimpi ku yang akhir-akhir ini bercerita tentang dia. Sungguh suatu hal yang terindah bagi ku ,, memimpikan dia,, melihatnya tertawa. Aku sangat bahagia bisa melihat dia walau hanya sebatas mimpi . ya semoga saja itu bukan hanya sebatas mimpi.
Aku mulai melihatnya menyalin catatan yang ada di papan. Terlihat dia menulis menggunakan tinta hitam. Terlihat dari sini, tulisannya yang rapi. Kadang aku merasa heran, apakah dia tidak menyadari tingkah ku yang selalu memandanginya setiap hari,setiap jam, setiap menit dan setiap detik. Apa kah mungkin dia pura-pura tidak menyadarinya. Aku harap dia menoleh kea rah ku, sedikit saja. Suasanan kelas ku yang lenggang membuatku sedikit mengantuk,, entah kenapa mataku semakin berat rasanya untuk terbuka. Tapi, aku masih ingin melihat dia, aku tak ingin melewatkan waktu ku tanpa melihatnya. Aku paksakan mata ku untuk memandangnya lagi. Walau pun pengelihatanku agak buram karena mataku telah lelah, tapi tetap aku paksa untuk terbuka. Pokoknya aku ingin memandanginya!
Ketika tiba-tiba dia mulai beranjak dari bangkunya dan mulai meninggalkan kelas. Akupun juga melakukan hal yang sama.entah kenapa aku ingin sekali mengikutinya. Tak kupedulikan panggilan dari guruku yang kaget melihat ku meninggalkan kelas tanpa izin. Yang ada di fikiranku sekarang hanyalah dia. Dia.. dia… Pelan-pelan aku mengikutinya dari belakang. Walau dengan mata yang agak sembab karena aku kelelahan tapi tetap aku paksakan langkah ku untuk mengikutinya . Aku tak ingin tak melihatnya walaupun hanya sesaat. Bagiku dia berarti. Kuikuti dia yang sedang melewati lorong sekolah yang rimbun dan sejuk. Dengan taman-taman yang menghiasi sekitaran koridor. Dengan bunga-bunga yang bermekaran di sana-sini. Aku tetap mengikutinya, pandangan ku mulai agak buram, terlihat bayangnya yang sedang berjalan berhenti dan mulai menghampiriku yang terheran-heran. Mungkin di a sadar aku sudah mengikutinya. Apakah dia akan marah?
Ternyata tidak, dia malah memberiku senyuman. Tapi aku mulai merasakan ada yang berbeda, kenapa tiba-tiba wajahnya pucat, tapi hal itu tak mempengaruhi senyumnya yang di berikan kepada ku. Aku membalas senyumnya dengan senyuman yang terbaik yang pernah aku miliki. Tapi, tiba-tiba bayangnnya perlahan mulai pudar aku berusaha untuk membuka mata ku lebar-lebar berharap hal ini Cuma mimpi, tapi tidak! Itu tidak berhasil! Kemudian aku mencoba berlari mengejar bayangnnya yang seakan menjauh dan hanyut. Tapi dia menghilang…
Aku hanya bisa teriak dan menangis sekencang-kencangnya. Teman-teman dan guruku terkejut mendengar aku menangis histeris, seperti kehilangan sesuatu yang paling berharga yang di miliki tapi memang benar, aku memang kehilangan sesuatu yang paling berharga yang pernah aku miliki. Tiba-tiba salah satu teman dekatku memelukku dari belakang berusaha menenangkan aku yang menangis histeris. Guru dan teman ku yang lain yang berusaha menyadarkan ku juga.
“CI… SADAR CI… ARGAN ITU UDAH MENINGGAL CI… KAMU HARUS MENERIMA KENYATAAN. AKU TAU INI ME MANG BERAT UNTUK MU,,, TAPI KAMU HARUS KUAT MENGHADAPINYA,,, AKU YAKIN KAMU BISA” teriak temanku dengan isak tangisnya berusaha menyadarkan aku.
Aku berhalusinasi lagi, hampir setiap saat ketika aku mengingat dia , aku selalu berhalusinasi, dia ada di dekat ku dan tersenyum pada ku. Tapi kali ini aku seakan benar-benar bertemu dengannya lagi, mengenang masa lalu saat kita pertama bertemu. Teriakan teman-teman dan guruku membangunkan ku dari alam bawah sadar ku. Ya,, mungkin aku harus bangkit di tengah kepedihanku yang masih mengingat kematian argan. Seseorang yang paling berharga dalam hidup ku dan hari ini tepat 1 tahun kematiannya. Kematiannya yang tragis membuat ku terpukul, kematian yang membuatku tak bisa tidur dengan tenang, gelisah sepanjang waktu, hingga aku merasa tidak bisa hidup seperti dulu-dulu lagi. Dan hari ini, dia seakan memberikan salam perpisahan untuk ku yang terakhir,,,,aku hanya bisa berdoa semoga kamu behagia di alam sana,,,
-Yaerland-
